Pakai Mesin 1.200 Cc, Apakah Toyota Calya 2021 Cukup Tangguh Jadi City Carnya Orang Bandung?

Yongki Sanjaya · 30 Des 2020 19:00

Toyota Calya 2021 menjadi salah satu model low cost green car (LCGC) yang menarik minat masyarkat Indonesia. Kapasitas 7-penumpang, konsumsi bahan bakar irit, harga yang terjangkau, mobil ini seperti memenuhi segala kebutuhan dari konsumen Tanah Air

Kalau Anda keluarga baru atau mencari mobil pertama untuk kebutuhan sehari-hari, Toyota Calya 2021 seharisnya menjadi pilihan tepat. Ruang kabin yang luas memberi tempat bagi setiap anggota keluarga atau kerabat, juga bermafaat jika Anda perlu membawa barang banyak.

Harga dan biaya perawatan yang cenderung murah juga membantu Anda menyisihkan uang untuk kebutuhan lainnya. Permasalahannya, apakah mobil ini kuat nanjak bila terisi penumpang penuh? Bisa jadi sedikit masalah bila habitat penggunanya di kawasan kota pegunungan seperti di Bandung. 

Mesin Kecil Toyota Calya 2021 Terbukti Tangguh di Wilayah Pegunungan 

Ini dia pertanyaan yang kerap datang dan menjadi salah satu penentu seseorang yang ingin membelinya. Harus diakui dari pengakuan beberapa pengguna, mobil ini butuh dorongan torsi yang cukup besar saat berada di tanjakan dan kondisi terisi penuh.

Toyota Calya menggunakan mesin 1.200 cc dengan teknologi Dual VVT-I  dengan kode  3NR-VE. Di atas kertas jantung penggeraknya mampu menghasilkan tenaga 89 dk pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 107 Nm pada 4.200 rpm.

Mesinnya dikawinkan dengan transmisi manual 5-percepatan atau transmisi otomatis 4-percepatan dengan penggerak roda depan. Mungkin tidak perkasa, tapi sebenarnya masih proporsional untuk pemakaian sehari-hari di kota pegunungan seperti Bandung misalnya. 

Ini sudah dibuktikan oleh awak media saat sesi test drive, namun memakai unit Daihatsu Sigra yang mesinnya serupa. Test drive di wilayah Bandung ini tidak mengalami kendala apapun. 

Mesin 3NR-VE yang hemat masih dipertahankan di Calya facelift ini. Mesin berkode 3NR-VE punya karakter alami square engine (dimana dimensi diameter piston dan langkah piston sama). 

Karakter tersebut menghasilkan output tenaga maupun torsi yang merata tiap rpm. Untungnya jenis transmisi metik yang dipakai ini masih konvensional, jadi lebih kuat dan responsif melahap tanjakan. 

Dengan sedikit trik dan pembiasaan kombinasi gigi rendah dan dibantu rem tangan, seharusnya hal ini tidak menjadi masalah yang terlalu besar di transmisi manual. Lagipula jika mobil ini hanya dipakai di sekitar wilayah perkotaan seharusnya tidak banyak jalan menanjak yang akan ditemui juga bukan?

Kesimpulan

Sekalipun mesinnya kecil, namun Toyota berusaha supaya Calya ini jadi city car serba bisa. Karakter mesinnya masih sanggup melewati jalan pegunungan di kota seperti Bandung. Jadi, tidak usah khawatir mobil mungil ini loyo bertemu tanjakan.

 

Komentar

Mobil Terbaru